Berita > Ragam
Penanganan Karhutla 488 Hektare di Inhu dan Inhil Riau Terkendala Terbatasnya Sumber Air di Lokasi
Penanganan Karhutla di Inhu dan Inhil, Riau. Foto: riau.go id
Pekanbaru, myelaeis.com - Tim gabungan Manggala Agni bersama unsur terkait dan masyarakat berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut yang meluas di Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir, Riau, hingga Kamis (27/8/2026) malam.
Langkah penyekatan bagian kepala api terus dipercepat guna menghentikan penjalaran kebakaran yang mengancam kawasan sekitarnya.
Kebakaran di kawasan Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), kini terpantau telah merembet hingga ke wilayah Desa Kuantan Babu, Kecamatan Rengat.
Tim pemadam di lapangan memusatkan perhatian penuh pada pergerakan garis depan api agar tidak semakin menembus area vegetasi yang lebih luas.
“Posisi api aktif sudah termonitor masuk ke daerah Desa Kuantan Babu. Tim masih berupaya melakukan penyekatan kepala api guna memutus penjalaran api,” kata Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, Kamis (27/8/2026) malam.
Berdasarkan pemutakhiran data penanganan, total luas area terbakar di kawasan Sungai Guntung Hilir telah mencapai 471,39 hektare pada lahan gambut berstatus Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK).
Dari luas tersebut, tim pemadam telah berhasil meyakinkan pemadaman seluas 50,2 hektare di tengah proses perhitungan luasan baru.
Proses pemadaman di Indragiri Hulu menghadapi kendala utama berupa terbatasnya ketersediaan sumber air di sekitar lokasi kejadian. Selain itu, tiupan angin kencang membuat api permukaan bergerak cepat dan menyisakan bara api yang bertahan di lapisan dalam tanah gambut.
Medan yang berat memaksa personel melangsir peralatan evakuasi menggunakan sepeda motor sejauh 1,5 kilometer sebelum dilanjutkan berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer menembus rintangan belukar padat. Keberadaan kabut asap tebal turut memperpendek jarak pandang serta menghambat pemantauan titik panas secara optimal.
Sementara itu, operasi penanganan karhutla di Desa Kertajaya, Kecamatan Kempas, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), telah memasuki hari keempat dengan kondisi lapangan yang masih belum kondusif. Api yang membakar kawasan lahan gambut di lokasi tersebut diperkirakan telah meluas hingga mencapai 17 hektare.
“Kondisi belum kondusif, masih terdapat kepala api aktif. Estimasi luasan 17 hektare dan luas yang dipadamkan sampai hari ini 3,5 hektare,” ujar Muhammad Ilham Sidik, dalam keterangan resmi yang dikutip Jumat (28)8).
Upaya pemadaman di Kertajaya terkendala oleh jarak sumber air yang memakan rentang 500 hingga 700 meter dari posisi kepala api. Akses darat menuju lokasi kebakaran juga terbilang sulit karena hanya dapat dilalui kendaraan roda dua sejauh enam kilometer.
Ketersediaan bahan bakar hayati yang melimpah di atas permukaan gambut meningkatkan risiko terjadinya kebakaran tajuk saat disapu angin kencang. Tiupan angin yang mengarah langsung ke posisi petugas sempat menahan penetrasi serangan pemadaman hanya sejauh 100 meter ke arah titik api.
Operasi pemadaman skala besar ini melibatkan keterpaduan antara personel Manggala Agni, regu pemadam kebakaran perusahaan swasta, dan kelompok masyarakat setempat. Sinergi lintas pihak dioptimalkan guna mengepung titik api dari berbagai sudut penyekatan.
Pemantauan dan pembasahan area gambut akan dilanjutkan secara terus-menerus hingga seluruh bara bawah tanah dipastikan benar-benar padam. Langkah mitigasi ini diambil untuk meminimalkan potensi timbulnya titik api baru akibat kondisi cuaca yang kering.***






