https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Ragam

Sekdaprov Riau: Peningkatan Produksi Sawit Tidak Harus Melalui Perluasan Lahan

Sekdaprov Riau: Peningkatan Produksi Sawit Tidak Harus Melalui Perluasan Lahan

Sekdaprov Riau, Syahrial Abdi. Foto: detik.com

Pekanbaru, myelaeis.com - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau Syahrial Abdi mengatakan, tantangan sawit ke depan adalah bagaimana upaya menaikkan kelasnya sehingga manfaat yang diterima masyarakat juga semakin besar.

"Penguatan sumber daya manusia serta sarana dan prasarana harus terus dilakukan, disertai pembenahan tata kelola, pengaturan harga bagi pekebun yang bermitra, serta upaya sertifikasi," ujarnya pada acara  SIExpo & Conference 2026 di SKA Coex Pekanbaru, Sabtu (8/8),

Syahrial juga menekankan bahwa peningkatan produksi kelapa sawit tidak harus dilakukan melalui perluasan lahan, tetapi dapat ditempuh dengan meningkatkan produktivitas kebun yang sudah ada. 

“Jika kita mampu meningkatkan produksi, tidak harus perluasan lahan, tapi peningkatan kebunnya sekaligus menjaga lingkungan,” kata Syahrial, dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (8/8).

Sebelumnya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pengembangan hilirisasi industri kelapa sawit harus dibarengi penguatan ekosistem dari hulu hingga hilir. 

Menurutnya, hilirisasi tidak akan berjalan optimal tanpa pengelolaan sektor hulu yang baik dan berkelanjutan.

“Hilirisasi tidak bisa jalan jika ekosistem tidak berkembang, hilirisasi tidak jalan jika hulu tidak diurus dengan baik,” ujarnya.

Menurut Rachmat, penguatan sektor hulu dan hilir harus berjalan secara bersamaan agar manfaat industri kelapa sawit dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. 

Ia menekankan bahwa perkebunan dan pertanian merupakan bagian penting dari pembangunan nasional sehingga setiap kebijakan dan perencanaan harus memberikan dampak nyata.

“Perkebunan dan pertanian adalah bagian dari pembangunan nasional, perencanaan yang baik dilaksanakan saja tidak cukup, harus dirasakan dengan baik,” kata Rachmat. 

Ia menambahkan bahwa mewujudkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat membutuhkan proses yang tidak sederhana. Rachmat menjelaskan bahwa membuat rencana pembangunan yang baik merupakan tantangan tersendiri, sementara memastikan rencana tersebut terlaksana dengan baik menjadi tantangan yang lebih besar. 

“Membuat rencana yang baik, sulit, rencana baik dilaksanakan dengan baik, semakin sulit, direncanakan dengan baik dan dilaksanakan dengan baik dan harus dirasakan dengan baik, harus,” tegasnya.

Dalam konteks industri sawit, Rachmat menilai SIExpo & Conference 2026 dapat menjadi ruang untuk mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dan menyatukan arah pengembangan industri. 

Ia berharap pengembangan industri kelapa sawit tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. 

“Pastikan produksi kelapa sawit bisa dinikmati semua rakyat Indonesia, dan yang menghasilkan ikut makmur,” kata Rachmat.***


 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS