Ketua Apkasindo Kalbar, Indra Rustandi (kiri). Foto: Dok Elaeis
Pontianak, myelaeis.com - Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) tercatat menjadi salah satu provinsi dengan produksi kelapa sawit yang terbesar di Indonesia. Provinsi itu duduki peringkat ketiga setelah Riau dan Kalimantan Tengah (Kalteng).
Berdasarkan data yang berhasil dirangkum, produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit Kalbar mencapai 4,94 juta ton. Sedikit lebih besar ketimbang Kalimantan Timur (Kaltim) yang hanya 4,29 juta ton.
Kendati begitu, perkebunan kelapa sawit di Kalbar dinilai masih harus terus berbenah agar produksi terus meningkat.
Menurut Ketua Apkasindo Kalbar, Indra Rustandi, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian di industri perkebunan kelapa sawit di Kalbar. Pertama yakni mengenai percepatan PSR. Yakni mengganti tanaman tidak produktif atau tua dengan bibit unggul bersertifikat.
"PSR yang benar tentu akan mendongkrak besaran produksi kebun kelapa sawit. Nah di Kalbar masih banyak kebun tidak produktif baik usia tua maupun bibit yang kurang berkualitas," tuturnya kepada elaeis.co, Selasa (3/3).
Selanjutnya, Indra juga menyoroti masih lemahnya petani untuk memenuhi kebutuhan pupuk, benih unggul, sertifikasi ISPO, RSPO dan sebagainya. Padahal perihal itu semua dibutuhkan untuk menunjang keberlanjutan perkebunan kelapa sawit.
Wawasan petani tentang berbudi daya kelapa sawit juga perlu ditingkatkan. Mulai dari pemupukan, pengendalian hama dan pengelolaan air. Terutama ini bagi petani swadaya.
"Perbaikan tata niaga yakin terkait harga juga harus serius. Sehingga petani mendapatkan harga yang berkeadilan, bukan ditentukan sepihak oleh PKS," tandasnya.***






