Jakarta, myelaeis.com – Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) diprediksi siap melonjak pada kuartal pertama 2025.
Analis profesional menyoroti sejumlah faktor yang menjadi pemicu kenaikan ini, mulai dari produksi menurun hingga permintaan global yang meningkat, terutama dari negara importir besar.
Muhammad Fadii, Commercial dan Logistic Head PT Dharma Agung Wijaya (DAW Group), menyebut posisi tawar CPO saat ini lebih kuat dibandingkan minyak nabati pesaing.
“Ada saatnya tren harga CPO lebih premium dari soybean. Di Kuartal 4 2024 hingga Kuartal 1 2025, harga CPO diprediksi lebih tinggi karena ada faktor fundamental, perayaan Chinese New Year, serta event Ramadan dan Lebaran, yang membuat permintaan CPO meningkat, ditambah produksi mengalami penurunan,” ujar Fadii, dikutip dari YouTube Hai Sawit TV, Kamis (12/2).
Selain faktor produksi dan permintaan, kebijakan pemerintah juga memengaruhi pergerakan harga domestik.
Senior Vice President PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), Arif Budiman, menjelaskan bahwa pajak ekspor, pungutan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), serta skema Domestic Market Obligation (DMO) menjadi instrumen penting.
Kebijakan ini berfungsi menjaga keseimbangan antara perolehan devisa negara dan keterjangkauan harga minyak goreng di pasar domestik.
“Dengan DMO, seluruh pelaku industri yang mengekspor CPO, minyak goreng, dan turunannya wajib memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sehingga stok domestik tetap aman,” jelas Arif Budiman.
Pasokan dalam negeri dijaga melalui kewajiban pemenuhan pasar domestik sebesar 250 ribu ton per bulan, menjadi acuan produsen dalam merancang strategi distribusi hingga pelosok negeri.
Data statistik menunjukkan volume serapan CPO untuk program biodiesel meningkat hingga 14 juta ton, sementara selisih harga jual antara pelabuhan utama Malaysia dan Indonesia mencapai angka signifikan.
Aktivitas tender di KPBN juga menjadi rujukan produsen dalam menentukan harga jual harian, dengan transparansi data produksi nasional menjadi penentu prediksi pasar kuartal mendatang.
Kondisi ini menegaskan bahwa meskipun harga CPO global diproyeksikan naik, stok domestik tetap terjaga dan mekanisme regulasi berjalan untuk memastikan ketersediaan minyak sawit bagi industri hilir serta konsumen di Indonesia.
Prediksi kenaikan harga CPO Q1 2025 menunjukkan pentingnya strategi manajemen pasokan dan pengawasan regulasi agar pasar tetap stabil, sambil memanfaatkan momentum kenaikan global bagi industri sawit nasional.***






