Rektor Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Purjianto menegaskan hilirisasi produk sawit sebagai langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Foto: Ist
Medan, myelaeis.com – Rektor Institut Teknologi Sawit Indonesia (ITSI) Purjianto menegaskan hilirisasi produk sawit sebagai langkah strategis untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
Pernyataan itu disampaikan dalam kuliah umum di kampus ITSI, Medan, yang dihadiri Faisol Riza, Rabu (11/2/).
Menurut Purjianto, pengembangan produk hilirisasi sawit menjadi fokus utama ITSI dalam menyusun dan melaksanakan tridarma pendidikan, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
“Perspektif terhadap hilirisasi produk sawit dalam rangka ketahanan pangan adalah keharusan strategis di masa depan,” katanya.
Rektor ITSI Medan itu juga mengapresiasi kehadiran Wamen Perindustrian Faisol Riza, yang memberikan kuliah umum mengenai arah baru fokus tridarma pendidikan dan strategi hilirisasi sawit.
Kehadiran Faisol Riza dinilai memberikan motivasi dan semangat tambahan bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika ITSI.
Rektor ITSI Medan itu juga mengapresiasi kehadiran Wamen Perindustrian Faisol Riza, yang memberikan kuliah umum mengenai arah baru fokus tridarma pendidikan dan strategi hilirisasi sawit.
Kehadiran Faisol Riza dinilai memberikan motivasi dan semangat tambahan bagi mahasiswa dan seluruh civitas akademika ITSI.
Faisol Riza menekankan bahwa hilirisasi produk sawit adalah keharusan strategis agar sawit menjadi produk andalan Indonesia di pasar global.
“Produk sawit Indonesia memiliki kualitas yang sangat kompetitif di dunia, sehingga ITSI harus menjadi bagian penting dalam strategi hilirisasi sawit,” tegasnya.
Pengembangan hilirisasi sawit diyakini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Beberapa produk sawit yang memiliki potensi pasar tinggi antara lain Pangan seperti minyak goreng, margarin, cokelat untuk konsumsi domestik dan ekspor.
Kemudian, bidang energi seperti biodiesel dan bioetanol sebagai pengganti energi fosil.
Bidang Oleokimia pun membutuhkan sawit seperti sabun, detergen, dan kosmetik untuk industri kimia dan perawatan pribadi.
Kemudian ada pakan ternak yaitu bungkil sawit sebagai sumber protein untuk ternak.
Langkah hilirisasi ini tidak hanya menciptakan potensi cuan bagi industri nasional, tetapi juga menjaga ketersediaan produk pangan penting bagi masyarakat.
Dengan strategi ini, ITSI Medan berharap dapat mendorong inovasi dan pengembangan sumber daya manusia yang siap mendukung industri sawit berkelanjutan.
Hilirisasi sawit diyakini menjadi solusi ganda yaitu memperkuat ekonomi nasional melalui penciptaan produk bernilai tinggi sekaligus menjaga stabilitas ketahanan pangan Indonesia di masa depan.***






