Berita > Petani
Pemkab Muba Dorong Pembangunan Pabrik Minyak Makan Merah, Petani Berharap Terbentuknya Kelembagaan
Ketua Aspek-PIR Sumsel, Bambang Gianto. Foto: Dok Elaeis
Musi Banyuasin, myelaeis.com- Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), mendorong pembangunan pabrik minyak makan merah untuk memaksimalkan hilirisasi dan nilai ekonomi perkebunan kelapa sawit.
Langkah ini mendukung petani agar tidak hanya menjual TBS kelapa sawit saja, namun juga memproduksi produk hilir kelapa sawit yakni minyak makan merah.
Bupati Musi Banyuasin, Toha Tohet, mengatakan produk hilir kelapa sawit jadi kunci ekonomi petani kelapa sawit. Terlebih lagi yang bergabung di koperasi dan lembaga.
Langkah tersebut tentu disambut hangat petani kelapa sawit. Namun, sejatinya semangat minyak makan merah telah lama digaungkan, namun hilang begitu saja.
"Ini terobosan yang hilang timbul. Untuk mewujudkan hilirisasi sawit melalui produksi minyak makan merah oleh petani perlu dukungan serius dari pemerintah, baik pusat maupun daerah," ujar Ketua Aspekpir Sumsel Bambang Gianto, Senin (2/2).
Bambang khawatir, dukungan hanya untuk menghasilkan produk saja. Sementara pasar produk tersebut justru belum siap untuk menyerap.
"Kita perlu juga menyiapkan pasar produk yang diproduksi. Sehingga keringat kita tidak sia-sia dan tentu mendukung keberlanjutan kelapa sawit," ujarnya.
Bambang tak menampik bahwa pihaknya senang dengan rencana Pemkab Muba tersebut, namun menurutnya perlu langkah nyata agar cita-cita tersebut terwujud. Untuk langkah awal, pemerintah harus mendorong petani kelapa sawit tergabung dalam lembaga.
Dengan tergabung dalam kelompok tani atau lembaga, maka kekuatan untuk terjun di industri hilir kelapa sawit akan semakin kuat. "Akan mustahil bila dilakukan secara individu," tandasnya.***






