Ilustrasi PSR. Foto: bgnnews.co.id
Jakarta, myelaeis.com - Berdasarkan catatan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), capaian program peremajaan sawit rakyat (PSR) sepanjang 2025 jauh dari target.
Program yang digawangi Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP,) itu hanya membukukan capaian sebesar 33 persen.
Program tersebut sepanjang 2025 hanya mampu meremajakan 40.000 hektar kebun kelapa sawit di Nusantara. sedangkan target sepanjang 2025 seluas 120.000 hektar.
Kendati begitu, jika dibandingkan pada 2024, capaian PSR tahun 2025 mengalami peningkatan. Capaian PSR tahun 2024 hanya sebesar 31% atau seluas 38.000 hektar.
Ketua Umum Apkasindo, Dr. Ir. Gulat M.E. Manurung menjelaskan ada sejumlah faktor yang menjadi penghambat laju PSR tersebut.
Di antaranya adalah persyaratan, lemahnya pendampingan, koordinasi lintas Kementerian Kehutanan dan ATR/BPN, serta masih banyaknya kebun sawit yang masuk dalam klaim kawasan hutan.
"Apabila tantangan tersebut tidak diselesaikan, maka capaian PSR juga tidak akan maksimal. Dampaknya tentu produksi stagnan dan keberlanjutan kelapa sawit nasional juga tidak optimal," ujarnya, Senin (19/1).
Ditegaskan Gulat, sepanjang tahun 2025 Apkasindo mendorong penuh terciptanya tata kelola sawit yang lebih baik. Ini guna menjawab tantangan industri sawit nasional serta bermuara pada kesejahteraan masyarakat dan optimalisasi penerimaan negara.
"Fokus optimisme Apkasindo di 2026 ini adalah percepatan huluisasi, artinya optimalisasi sektor hulu yang jauh tertinggal dari sektor hilir. Penguatan sektor hulu dan tata kelola menjadi kunci dari suksesnya Hilirisasi Sawit yang dicanangkan Presiden Prabowo pada RPJMN dalam rangka pertumbuhan ekonomi 8%," tandasnya.***






