https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Bisnis

Januari–Oktober 2025, CPO Salah Satu Komoditas Nonmigas dengan Ekspor Tertinggi

Januari–Oktober 2025, CPO Salah Satu Komoditas Nonmigas dengan Ekspor Tertinggi

Wamendag RI, Dyah Roro Esti Widya Putri. Foto: detik.com

Jakarta, myelaeis.com – Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) RI Dyah Roro Esti Widya Putri mengungkap, sepanjang Januari–Oktober 2025, CPO menjadi salah satu komoditas nonmigas dengan ekspor tertinggi, ikut mendorong surplus perdagangan Indonesia hingga US$ 35,88 miliar atau sekitar Rp 600,1 triliun (kurs Rp16.726/US$).

“Ketika berbicara mengenai surplus perdagangan tahun 2025, salah satu ekspor tertinggi kita adalah CPO,” kata Roro usai menghadiri “Pembukaan Perdagangan Bursa Berjangka Komoditi Indonesia Tahun 2026” di Jakarta Pusat, Jumat (2/1).

Data ini menegaskan posisi strategis CPO dalam perekonomian Indonesia. Minyak sawit tidak hanya menopang sektor agrikultur, tapi juga menjadi penggerak utama devisa nonmigas, mencatat kontribusi signifikan terhadap neraca perdagangan nasional.

Namun, ke depan, Kemendag RI tidak hanya ingin ekspor CPO tinggi, tapi juga berkelanjutan. Roro menegaskan pentingnya mendorong rantai pasok CPO yang sustainable. 

“Mayoritas dari ekspor itu CPO. Ini kita apresiasi, dan kita akan dorong bagaimana supply chain dari CPO-nya juga sustainable,” ujarnya.

Target Kemendag untuk 2026 jelas untuk meningkatkan volume ekspor CPO, sekaligus memperkuat tata niaga yang berkelanjutan. Strategi ini sejalan dengan tekanan global terhadap praktik produksi ramah lingkungan dan sertifikasi sawit internasional, termasuk RSPO.

Roro juga menekankan peran pelaku usaha dalam mencapai target ini. “Kontribusi para pelaku usaha di bidang CPO amat berpengaruh. Sosialisasi dan peran mereka di dalam sistem ini sangat penting,” katanya. 

Artinya, tidak cukup hanya mengandalkan volume produksi, tetapi koordinasi dan kepatuhan terhadap standar keberlanjutan menjadi kunci.

Sosialisasi Kemendag kepada pelaku usaha pun akan ditingkatkan. Pemerintah menargetkan agar setiap rantai pasok mulai dari hulu hingga ekspor mematuhi praktik berkelanjutan, sekaligus menjaga stabilitas harga di pasar global.

Fenomena ini sekaligus menjadi sinyal bagi investor dan pelaku industri. CPO bukan sekadar komoditas tradisional, tapi aset strategis nasional yang menopang surplus perdagangan dan posisi Indonesia di pasar global.

Meski pencapaian 2025 menggembirakan, tantangan ke depan tidak ringan. Fluktuasi harga global, tren diversifikasi minyak nabati, dan tuntutan keberlanjutan memaksa produsen serta eksportir adaptif. Kemendag menegaskan, 2026 harus menjadi tahun optimis, tapi penuh strategi untuk menjaga momentum ekspor CPO.

“Jadi tahun baru kita harus optimis. Kita lihat saja bagaimana nanti perkembangannya,” ujar Roro menutup pernyataannya.

Dengan fokus pada ekspor CPO dan rantai pasok berkelanjutan, pemerintah menegaskan ambisi Indonesia tidak hanya menjadi produsen sawit terbesar, tetapi juga pemain utama dalam pasar global yang semakin menuntut transparansi, standar lingkungan, dan keberlanjutan produksi.***
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS