https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Ragam

Solidaridad Hadir dengan Strategi yang Menekankan Pemberdayaan Perempuan sebagai Kunci Sawit Berkelanjutan

Solidaridad Hadir dengan Strategi yang Menekankan Pemberdayaan Perempuan sebagai Kunci Sawit Berkelanjutan

Jakarta, myelaeis.com – Solidaridad Indonesia hadir dengan strategi yang menekankan pemberdayaan perempuan sebagai kunci sawit berkelanjutan sekaligus menghapus pekerja anak.

Dalam keterangan resmi, Edy Dwi Hartono, Senior Manager Agriculture Carbon Solidaridad Indonesia, menegaskan, “Ketika perempuan memiliki akses setara terhadap sumber daya, hak, dan representasi, ekonomi keluarga lebih stabil. Dampaknya, anak-anak tidak lagi terdorong bekerja di kebun sawit.”

Data UNICEF (2016) dan PAACLA Indonesia (2024) menunjukkan bahwa formalisasi status pekerja perempuan dari harian menjadi kontrak adalah langkah paling efektif memutus rantai pekerja anak. Hal ini menjadi fokus Solidaridad untuk menciptakan praktik kerja yang lebih adil.

Solidaridad meluncurkan program POWERRR (Palm Oil & Women’s Equity through Resources, Rights, and Representation) untuk langsung memberdayakan 3.500 perempuan di Kalimantan Timur.

Program ini mencakup pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), literasi keuangan, keselamatan kerja (K3), penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), hingga edukasi hak-hak pekerja.

“Pemberdayaan perempuan tidak hanya soal keterampilan, tapi juga memberi mereka suara dalam pengambilan keputusan di kebun sawit,” ujar Edy.

Untuk memastikan sawit ramah anak, Solidaridad mendorong penerapan Pedoman Sawit Indonesia Ramah Anak (SIRA) melalui JAGASAWITAN, jaringan kerja sama antara masyarakat sipil, perusahaan, dan serikat pekerja.

Serikat pekerja bertugas mengawasi perlindungan anak, sedangkan perusahaan menyediakan fasilitas pendukung seperti Tempat Penitipan Anak (TPA). 

Edukasi mengenai risiko fisik bagi anak di kebun juga menjadi bagian strategi ini. Sinergi tripartit ini melibatkan GAPKI, serikat pekerja F-HUKATAN/JAPBUSI, dan Solidaridad, menekankan bahwa keberlanjutan sawit tidak bisa dicapai tanpa keadilan gender.

Forum diskusi yang menghadirkan media nasional, GAPKI, Kementan, dan peneliti BRIN ditutup dengan Deklarasi Komitmen Sawit Peduli. Deklarasi ini mendorong praktik ramah anak dan pemberdayaan perempuan di seluruh sektor sawit Indonesia.

Dengan langkah ini, Solidaridad membuktikan bahwa industri sawit berkelanjutan bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga soal manusia: anak-anak terlindungi, perempuan lebih sejahtera, dan produktivitas industri tetap terjaga.***

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS