https://myelaeis.com


Copyright © myelaeis.com
All Right Reserved.
By : Aditya

Berita > Ragam

Gubernur Aceh Kukuhkan DEA, Apkasindo: Kami Melihat Sangat Mumpuni

Gubernur Aceh Kukuhkan DEA, Apkasindo: Kami Melihat Sangat Mumpuni

Ketua DPW Apkasindo Aceh, Netap Ginting. Foto: krusial.com

Aceh, myelaeis.com - DPW Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Provinsi Daerah Istimewa (DI) Aceh menyambut baik kehadiran Dewan Ekonomi Aceh (DEA).

"Kita berharap kepada Dewan Ekonomi Aceh (DEA) yang baru di lantik menjadi mitra pemerintah dan Apkasindo dalam merumuskan dan menyusun kebijakan ekonomi sektor perkebunan dari Hulu ke Hilir, dari hulunya harus di perkuat petaninya untuk pemahaman GAP dan K3," ujar Ketua DPW APKASINDO Aceh Netap Ginting, Senin (13/10).

Di sektor hilir kata Netap, sudah saatnya Aceh memiliki pabrik Reveneri (Minyak Goreng) dan Expor CPO  sendiri melalui pelabuhan Calang untuk pantai barat selatan. Kemudian ada juga pelabuhan Krung kekeh Lhokseumawe untuk pantai timur.

Lanjutnya lagi,  dari catatan Netap saat ini produksi CPO Aceh 1,2 juta ton/ tahun, dari 470.000 ha kebun kelapa sawit. Dimana selama ini Aceh ekspor melalui pelabuhan Belawan dan Kwala Tanjung Sumatra Utara, dengan ongkos angkut Rp400/kg menggunakan mobil tanki CPO.

"Jadi, seandainya Aceh ekspor sendiri  melalui pelabuhan Krung Kekeh dan Calang maka akan memangkas ongkos angkut CPO, sehingga dapat meningkatkan pendapatan Aceh, harga TBS naik dan membuka lapangan kerja," tuturnya.

"Kami melihat DEA yang baru dilantik  sangat mumpuni. Sebab terdiri dari berbagai bidang profesi. Ada yang dari akademisi, guru besar dan dari profesional. Malah ada beberapa yang merupakan dewan pakar Apkasindo. Yakni Prof Ishak Hasan dan Mahdi Al Haris," imbuhnya.

DEA resmi dilantik oleh Gubernur Aceh Muzakir Manaf beberapa waktu lalu. 18 orang ditetapkan sebagai anggota dewan tersebut.

Menurut Muzakir, pembentukan DEA adalah langkah strategis untuk memperkuat arah kebijakan ekonomi daerah yang berbasis pengetahuan, kolaboratif lintas sektor dan adaptif terhadap dinamika global. Ia mengingatkan potensi besar Aceh di berbagai bidang terutama pertanian dan perkebunan.

"Sektor pertanian dan perkebunan harus dioptimalkan. Tujuannya untuk membuka lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan," ujar pria yang karib disapa Mualem tersebut.***
 

BACA BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS